sepuluh firman dan hukum taurat

SEPULUH FIRMAN atau HUKUM TAURAT

SEPULUH FIRMAN adalah ibu dari semua hukum di dunia, ini adalah hukum yang pertama-tama diperkenalkan kepada orang Yahudi dan lebih dikenal dengan nama HUKUM TAURAT. Mari kita melihat apa yang dikatakan Alkitab tentang hukum TUHAN ini.

SEPULUH FIRMAN disampaikan secara langsung oleh TUHAN sendiri tanpa perantara (Ulangan 4:12, Keluaran 20:22) 

Penulisan SEPULUH FIRMAN dilakukan oleh TUHAN sendiri pada dua buah loh batu (Keluaran 31:18, Ulangan 4:13), 

Untuk menyimpan SEPULUH  FIRMAN, TUHAN secara khusus memerintahkan pembuatan Tabut Perjanjian (Keluaran 25:10-22).

SEPULUH FIRMAN LANGSUNG DARI TUHAN

Tiga hari sebelum SEPULUH FIRMAN diberikan, TUHAN memerintahkan bangsa Israel menguduskan dan menyucikan diri.

Dalam Keluaran 19:10-11 tertulis: Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

Perintah untuk menyucikan dan menguduskan diri ini diikuti dengan peringatan-peringatan keras agar bangsa itu pada hari TUHAN turun dari Sorga ke atas gunung Sinai, jangan mendaki gunung itu, jika mereka melanggar mereka akan binasa, bahkan binatang sekalipun pasti mati jika menyentuh gunung itu.

Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.

Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka (Ulangan 4:10).

Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai TUHAN dan berdirilah mereka pada kaki gunung.  Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada bangsa Israel dari tengah-tengah api; suara kata-kata mereka dengar, tetapi suatu rupa tidak mereka lihat, hanya ada suara, TUHAN berbicara langsung kepada mereka menyampaikan SEPULUH FIRMAN (Ulangan 4:12-13).

Lalu TUHAN mengucapkan segala firman ini: 

Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
  3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
  4.  Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
  6. Jangan membunuh.
  7. Jangan berzinah.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

Itulah SEPULUH FIRMAN yang disampaikan langsung tanpa perantara kepada seluruh bangsa itu, dalam Keluaran pasal 20:21 dituliskan bahwa; seluruh bangsa itu menyaksikan langsung TUHAN berbicara kepada mereka.

Melihat pemandangan dahsyat itu, bangsa Israel menjadi takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati." Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."

Tapi bangsa itu tetap ketakutan dan berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana TUHAN ada. Sejak saat itu TUHAN tidak perna lagi berbicara langsung kepada seluruh bangsa itu, melainkan hanya melalui perantaraan Musa.

 KESALAHPAHAMAN MENGENAI SEPULUH FIRMAN

ZAMAN sekarang banyak pengajaran yang mengatakan bahwa Sepuluh Firman atau Hukum Taurat sudah tidak lagi mengikat sehingga tidak perlu lagi dilakukan. Pengajaran yang seperti ini diajarkan secara turun temurun oleh mereka yang tidak konsisten pada kitab suci, dan ketidak-konsistenan inilah yang membuat begitu banyak orang kristen tenggelam dalam penyesatan setan.

TUHAN telah berulang kali menegaskan bahwa DIA TIDAK PERNA BERUBAH, dan bahkan KRISTUS sendiri berkata bahwa kitab suci tidak dapat dibatalkan (Yohanes 10:35), tetapi dengan memutarbalikkan beberapa tulisan-tulisan Paulus banyak orang telah membatalkan hukum TUHAN menjadi kebinasaan bagi diri mereka sendiri.

Sepuluh Firman atau Hukum taurat adalah salinan dari karakter TUHAN sendiri, itulah kehendak TUHAN yang harus digenapai dalam diri setiap umat-NYA, oleh karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan DIA maka kita perlu hidup sesuai dengan sifat dan karakter-NYA yang tertuang di dalam Taurat-NYA.

ketika TUHAN menjanjikan sebuah perjanjian baru yang kekal kepada umat pilihan-NYA, DIA berkata bahwa di dalam perjanjian baru itu, DIA akan menuliskan Taurat-NYA di dalam hati dan bathin orang-orang pilihan-NYA, dalam kondisi inilah TUHAN menjadi TUHAN kita dan kita menjadi umat-NYA(Yer 31:31-33).

Jika kita mengaku percaya kepada KRISTUS dan ingin masuk dalam perjanjian baru dengan TUHAN maka kita perlu menyesuaikan seluruh perbuatan-perbuatan kita sesuai dengan perintah-perintah TUHAN, sesuai dengan Taurat TUHAN yang sempurna.

Wahyu 14:12 berkata bahwa yang terpenting untuk dilakukan diakhir zaman agar kita dapat selamat adalah beriman kepada KRISTUS sambil menuruti taurat TUHAN.

Comments:
Name
Email
Comment
 
Note : Your email will not be shared or viewed.

melindaslavina
09-02-2014
Teks pengakuan iman ini sangat bagus dan banyak manfaatnya bagi umat kristen

Bagus
02-02-2014
Apakah hukum titah ini ada efeknya di kehidupan nyata atau ini juga berlaku saat di alam baka

David Sadar
02-01-2014
Jika kristen menyangkah bahwa hukum taurat itu tdk berlaku lagi coba km simak firman yesus matius 5:17 "janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi. aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya 11 . a 5:18 karena aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. b 5:19 karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum taurat c sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan sorga 12 . 5:20 maka aku berkata kepadamu: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar 13 dari pada hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga

DAVID SADAR
02-01-2014
Lalu kenapa yesus sendiri melarang kristen meniadakan hukum tauratjika kristen menyangkah bahwa hukum taurat itu tdk berlaku lagi coba km simak firman yesus matius 5:17 "janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi. aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya 11 . a 5:18 karena aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. b 5:19 karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum taurat c sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan sorga 12 . 5:20 maka aku berkata kepadamu: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar 13 dari pada hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga

junpon
23-12-2013
Kristen banyak melakukan pelanggaran yg sangat fatal

oliver
07-11-2013
Tuhan,aku ini adalah manusia yg tidak(lepas dari(dosa ampunilah(aku(tuhan karena aku blum tau apa

eliana
18-10-2013
Ingin tahu
Admin
Efesus 5:17 >> Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

edward
09-10-2013
Ya tuhan aku telah berdosa kepadamu dan kepada semua orang ampunilah kesalahanku

erna samosir
22-09-2013
Like
Admin
jalan hidup orang benar seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari, berbahagaialah mereka yang tidak bertahan di dalam remang-remang fajar dan mau mengikuti kemanapun TUHAN menuntun bahkan sekalipun itu berbeda dari apa yang tradisi agama ajarkan.

Novel Gaul
18-09-2013
10 hukum taurat
Admin
10 hukum adalah standart hidup orang-orang yang telah ditebus dengan darah KRISTUS. jadi pertama-tama kita harus menerima KRISTUS sebagai TUHAN dan Raja di dalam kehidupan pribadi kita kemudian kita menjalani hidup yang baru dengan jalan mengatur hidup itu sesuai dengan 10 perintah TUHAN.


[1]


Copyright 2011 rishankarangan.com
rishankarangan.com | Privacy Policy And Disclaimer | Contact Us | Sitemap